|
Teacher Attachment Program, Membelajarkan Guru Melalui Pengalaman |
|
|
|
|
Written by HJP Maryanto
|
|
Thursday, 29 January 2009 06:35 |
“Ketika guru berhenti belajar, maka ia tidak layak lagi untuk mengajar”. Seorang guru hendaknya menjadi seorang pembelajar sepanjang jaman. Jika tidak, maka ia akan ditinggalkan oleh murid-muridnya. Dalam era informasi dan teknologi seperti sekarang ini, baik guru maupun murid memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan akses informasi dari sumber-sumber yang tak terbatas (borderless information). Guru jaman sekarang tidak bisa lagi hanya mengandalkan buku teks mata pelajaran sebagai sumber belajar. Dalam rangka memperluas akses informasi dan meningkatkan kompetensi guru-guru negeri / swasta di wilayah kontrak kerja PT INCO Tbk, YPS kembali menyelenggarakan sebuah program reguler yang disebut ; ”Teacher Attachment Program” (TAP). Program yang dirancang khusus oleh School Development Director YPS, untuk membantu guru-guru dalam meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mengajar melalui pembelajaran berbasiskan pengalaman (experiential learning).
Pada tanggal 19-24 Januari 2009, sebanyak 10 orang guru TK dan SD dari wilayah kecamatan Nuha, Towuti, Wasuponda, ambil bagian dalam program ini. Mereka terjun langsung ke kelas-kelas di unit-unit sekolah YPS baik di lokasi Singkole maupun Lawewu. Peserta tidak sekedar duduk mengamati atau mengobservasi jalannya proses pembelajaran, melainkan mereka ikut terlibat aktif mengajar murid-murid YPS sambil mendampingi dan mendapatkan pengarahan dari guru-guru YPS. Guru-guru YPS sebagian besar sudah memiliki ketrampilan memadai dalam hal; metode pengajaran ( teaching methodology) , Pengelolaan kelas (classroom management), Sistem evaluasi/ penilaian (system assessment) dan memiliki lebih banyak sumber-sumber belajar (learning resources). Hal-hal itu yang mereka tularkan kepada semua peserta selama TAP dilaksanakan. S elama seminggu, para peserta TAP, merasa sangat puas dan enjoy, terlibat dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Mereka mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru yang sangat bermakna. Seperti diungkapkan oleh Ibu Rabiah peserta TAP dari SD Negeri Nikkel Sorowako sebagai berikut ; “ saya sangat terinpirasi mengajarkan mata pelajaran Bahasa, dengan menggunakan kartu-kartu pertanyaan (flash Card). Dengan kartu-kartu itu semua siswa menjadi bisa lebih fokus, aktif dan senang mengikuti pelajaran. Saya akan coba mengajar dengan kartu seperti itu, setelah saya kembali ke sekolah saya”. Peserta lain Ibu Geny Toria peserta TAP dari TK St. Clara Wawondula mengutarakan kesannya; ” saya senang sekali, setiap pagi proses pembelajaran selalu dimulai dengan berkumpul bersama di carpet (circle time), guru memulai pelajaran hari itu dengan sangat terencana, terarah dan semua anak-anak bersemangat. Di sekolah saya tidak ada kegiatan seperti itu, biasanya mereka masuk kelas lalu langsung duduk di tempat masing-masing. Saya akan lakukan circle time tersebut setelah saya kembali ke sekolah saya nanti” . Demikian pula dengan peserta yang lain, mereka mendapatkan pengalaman baru, berniat untuk mengimplementasikan sekurang-kurangnya satu hal yang mereka dapatkan selama ikut TAP. Singkatnya TAP yang di prakarsai oleh YPS ini sangat bermanfaat bagi pengembangan guru-guru sekolah di sekitar wilayah operasional PT INCO Tbk. TAP terus akan dilaksanakan secara reguler. Target tahun 2009, sekurang-kurangnya 100 guru dari sekolah negeri / swasta di wilayah kontrak kerja perusahaan akan diikutkan dalam program ini. Angkatan berikutnya, yang ke -4 akan dilaksanakan pada tgl. 9 – 14 Februari 2009. TAP angkatan ke -4 dan seterusnya akan melibatkan tidak hanya guru-guru TK dan SD, tetapi juga guru-guru SMP-SMA di wilayah kontrak kerja PT INCO Tbk. (HJPM)
 |
|
Last Updated on Tuesday, 28 April 2009 13:27 |
we provide a wow power leveling and world of warcraft Gold wow power leveling